BELAJAR BERSABAR
Oleh Dr. Musyaffa Addariny, Lc., M.A.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Ada beberapa hal yang bisa membantu seorang hamba untuk bersabar (dalam menghadapi gangguan manusia) ini.
1. Dengan mengikrarkan bahwa Allah-lah yang menciptakan perbuatan para hamba-Nya; baik geraknya, diamnya, bahkan keinginannya. Maka, apapun yang dikehendaki Allah pasti terjadi, sebaliknya yang tidak Dia kehendaki takkan terjadi. Sehingga tidak ada satupun partikel di alam ini bisa bergerak, baik di alam yang atas maupun di alam yang bawah, kecuali atas izin dan kehendak-Nya. Jadi semua hamba itu hanyalah alat. Maka, lihatlah kepada Dzat yang menjadikan manusia itu mengganggumu, jangan kau lihat kelakuan (buruk) mereka terhadapmu; niscaya kamu akan menjadi tenang, tidak galau, tidak pula sedih” (Jami’ul Masa’il, 1/168).
Intinya, ketika Anda disakiti orang lain, maka ingatlah bahwa tindakan dia itu adalah bagian dari ciptaan Allah, ia tidak akan terjadi melainkan setelah diizinkan dan dikehendaki oleh Allah ta’ala.
Jika itu atas kehendak Allah, mengapa Anda galau dan sedih ?! Bukankah Dia Maha Baik dan Maha mengasihi hamba-Nya. Sungguh, Dia tidaklah menginginkan dari musibah itu, melainkan kebaikan untukmu.
2. Hal yang bisa membantu
seseorang untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah dengan mengakui
dosa-dosanya, bahwa Allah menjadikan mereka melakukan hal buruk kepadanya
adalah karena dosa yang ada padanya.
Sebagaimana firman-Nya (yang artinya): “Musibah
apapun yang menimpa kalian, maka itu disebabkan oleh tangan-tangan kalian
sendiri, padahal Dia telah banyak memaafkan“. (Asy-Syuro: 30).
Maka, apabila seorang hamba menyadari bahwa semua musibah yang dialaminya adalah disebabkan dosa-dosanya, tentu dia akan menyibukkan dirinya dengan taubat dan istighfar dari dosa-dosanya, karena itulah yang menjadi penyebab datangnya gangguan mereka terhadapanya.
Dengan begitu, dia akan terhindar dari tindakan mencela mereka, atau menyalahkan mereka, atau menjelek-jelekkan mereka. Bila engkau melihat seseorang menjelek-jelekkan manusia saat mereka menyakitinya, dan dia tidak introspeksi diri dengan menyalahkan dirinya dan beristighfar, maka ketahuilah bahwa musibahnya memang benar-benar nyata. Dan apabila hal itu menjadikannya bertaubat, beristighfar, dan mengatakan “ini memang karena dosa-dosaku”, maka musibah itu menjadi kenikmatan yang ada pada dirinya.
Sahabat Ali bin Abi Thalib –rodhiallohu’anhu– telah mengatakan pesan mutiara: “Jangan sampai seorang hamba berharap melainkan kepada Rabb-nya, dan jangan sampai seorang hamba khawatir kecuali terhadap dosanya“.
Diriwayatkan pula dari beliau dan yang lainnya: “Tidaklah musibah turun, melainkan karena sebab dosa. Dan tidaklah ia diangkat, melainkan dengan taubat“” (Jami’ul Masa’il, 1/169).
Intinya, jika Anda diganggu atau disakiti orang lain, maka ingatlah bahwa penyebabnya adalah dosa-dosa yang Anda lakukan. Oleh karenanya, tidak perlu Anda membalasnya, tapi sibukkan diri dengan banyak istighfar dan taubat, sehingga musibah itu diangkat oleh Allah ta’ala. Dengan langkah ini pula, kita bisa menjadikan musibah itu mendatangkan nikmat kebaikan.
3. Hal yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah dengan mengingatkan diri akan indahnya pahala yang Allah janjikan bagi orang yang memaafkan dan bersabar, sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya): “Balasan keburukan adalah keburukan yang semisal dengannya. Namun siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat buruk padanya), maka pahalanya ditanggung Allah. Sungguh Dia tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim“. (QS. Asy-Syuro: 40).
Di dalam ayat ini, Allah menyebutkan kelas-kelas manusia dilihat dari sikap mereka ketika diganggu:
Hendaknya seorang hamba juga mengingat panggilan kehormatan di hari kiamat nanti: “Berdirilah, orang pahalanya dalam tanggungan Allah!”, maka tidaklah dapat berdiri melainkan orang yang mengampuni dan berbuat baik kepada orang yang menzaliminya.
Ketika, seseorang ingat hal ini, dan juga mengingat bahwa pahala agung itu akan luput darinya dengan tindakan membalas dan mengambil penuh haknya, tentu akan menjadi mudah baginya untuk bersabar dan memaafkan” (Jami’ul Masa’il, 1/169).
Intinya, dengan mengingatkan diri kepada pahala agung yang dijanjikan Allah ta’ala kepada hamba yang bersabar dan memaafkan saat dizalimi, bahkan di akherat nanti akan mendapatkan panggilan kehormatan dan dengan membalasnya, dia akan kehilangan kesempatan untuk meraih pahala besar tesebut. Maka, kita akan semakin mudah untuk bersabar dalam menghadapi gangguan dan celaan orang lain.
4. Hal yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah dengan mengingatkan diri, bahwa jika memaafkan dan berbuat baik kepadanya, itu akan menjadikan hatinya bersih dari membenci saudaranya, hatinya akan suci dari kebencian, kedengkian, niat balas dendam, dan niat buruk lainnya.
Dengan begitu, akan tumbuh pada dirinya manisnya memaafkan. Bahkan kelezatan dan manfaat memaafkan itu, baik yang sekarang ataupun yang nanti menjadi berlipat-lipat melebihi kepuasan yang timbul dari tindakan membalas dendam.
Dan itu masuk dalam firman Allah ta’ala (yang artinya): “Allah mencintai orang-orang berbuat baik“. (QS. Al Imron: 134), maka jadilah dia hamba yang dicintai Allah. Dengan demikian, keadaannya seperti orang yang diambil darinya satu dirham perak, lalu dia mendapatkan ribuan dinar emas sebagai gantinya. Tentu saat itu dia akan senang tiada tara atas balasan yang diberikan Allah kepadanya” (Jami’ul Masa’il, 1/169-170).
Intinya, Ingatlah bahwa dengan bersabar dan memaafkan orang lain, hati Anda akan sehat dan bersih dari penyakit hati. bahwa manfaat dan kelezatan yang ditimbulkan oleh sikap memaafkan, jauh lebih besar dan berlipat-lipat melebihi manfaat dan kepuasan yang ditimbulkan oleh sikap membalas dendam. Biarlah orang lain mengambil satu dirham perak dari Anda, bila dengannya Allah berikan untuk Anda ribuan dinar emas.
DIGITAL CAMERA DIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL…
Ratusan Anak Yatim membutuhkan Biaya Pendidikan Ayuk jadi Donatur untuk membantu Pendidikan Anak Yatim Yayasan…
Alhamdulillah telah terima Beras Zakat Fitrah sejumlah 69 Kg. Dengan rincian 3 Kg beras x…
Alhamdulillah Pembagian Zakat Maal dan Sembako telah tersampaikan kepada 150 anak yatim dhu’afa. Adapun tiap…
Dalam bahasa Arab, arriya’ (الرياء) berasal dari kata kerja raâ ( راءى) yang bermakna memperlihatkan.…