JANGAN PUTUS ASA

Sebuah mobil mewah, New BMW terbaru, baru saja parkir di halaman rumah yang cukup besar.
Tak lama kemudian muncullah sosok orang yang gemuk perawakannya. Dengan kulit yang terlihat agak
legam terbakar matahari, beliau tetap saja terlihat elegan dan tidak segan-segan melemparkan senyum
hangatnya. Dialah Haji Rohman, seorang tukang cendol yang kini sukses menggawangi Es Cendol
Elizabeth di Jawa Barat.
Saya kagum dengan beliau. Betapa tidak semangat dan kerja kerasnya mampu membuahkan hasil. Kini
Es Cendol Elizabeth cukup populer brand merknya. Tak ayal tukang es cendol lainnya turut
mendompleng dengan menuliskan embel-embel “Elizabeth” di gerobak dagangannya. Ya resiko orang
sukses, brand merk biasanya ikut-ikutan atau sedikit diplesetkan oleh para pesaing biar ikut ketiban
rejekinya.
Pak Haji Rohman mengawali kariernya dengan menjadi tukang es cendol di depan Toko Tas Elizabeth.
Itulah salah satu alasan mengapa es cendolnya dilaberi merk “Es Cendol Elizabeth”. Ya simpel dan ngga
neko-neko alasannya, hehehe…
Pelan tapi pasti orang-orang yang pergi ke toko tas Elizabeth pun mulai mencoba Es Cendol Bang
Rohman ini. Ternyata meskipun harganya murah, beliau tidak mengurangi kualitas rasa es cendolnya.
Dengan kata lain, high quality low price. Prinsipnya, untung sedikit namun volume penjualan yang
banyak. Keramahan beliau dalam menyapa pembeli setianya pun luar biasa.
Sebagaimana kita tahu, marketing strategy terbaik adalah “rekomendasi teman / tetangga / keluarga,
dll“. Dengan kata lain mouth to mouth alias getok tular. Seperti itulah kemudian bisnis cendol Pak
Rohman berkembang. Kian hari makin laris saja dagangan beliau. Dan akhirnya beliau pun memutuskan
untuk menambah satu gerobak lagi, Es Cendol Elizabeth.
Pasang dua gerobak di tempat yang sama (depan toko Elizabeth)? Tentu tidak, melainkan di letakkan di
lokasi lain. Kan tinggal beritahu pelanggan bahwa es cendolnya juga buka cabang di lokasi lain. Pelan
tapi pasti dengan prinsip hight quality, low price, high sale volume, Bang Rohman pun mulai menambah
gerobag berikutnya.
Ketika sudah ada beberapa cabang yang eksis, Bang Rohman kemudian berhenti menjajakan sendiri Es
Cendolnya. Dia pun mendelegasikannya kepada orang lain, sehingga bisa lebih fokus dalam
mengembangkan bisnis es cendolnya. Dan sudah bisa dipastikan, beliau sekarang passive income.
Dari kisah nyata singkat di atas mari kita coba tarik pelajaran hidup yang ada di dalamnya :
1. Tidak Peduli Apa Latar Belakang Anda, Semua Orang Bisa Sukses

Anda lihat, Pak Rohman mengawali karirnya sebagai tukang cendol. Bisa dibilang latar belakangnya
mungkin tidak sebagus Anda semua yang saat ini hadir. Namun, bukankah Allah Maha Adil. Siapapun
yang ingin sukses PASTI BISA SUKSES asalkan dia mau berusaha dan berjuang dengan cara yang benar.

2. Sukses Memerlukan Waktu dan Proses
Kehidupan Pak Rohman dan keluarganya saat ini memang enak. Tapi tahukah Anda, berapa lama dia
berjuang hingga akhirnya bisa suksess seperti sekarang? Belasan tahun. Pertanyaannya, apakah Anda
siap bila harus menghabiskan belasan tahun berusaha seperti Bang Rohman, tentu dengan kesuksesan
di ujung perjalanan? Karena sukses adalah sebuah perjalanan dan proses panjang. Kabar baiknya, Anda
bisa sedikit mempercepat proses tersebut dengan belajar dari orang sukses kemudian kita
mempraktekannya.
3. Jujur, Kunci Membangun Kredibilitas
Bang Rohman dikenal jujur dan ramah oleh semua pelanggannya. Sehingga mereka merasa nyaman
manakala membeli darinya. Bang Rohman juga jujur dalam menjajakan dagangannya. Dia tidak pernah
menipu orang dan senantiasa berusaha membangun kredibilitasnya. Biar tukang es cendol yang hanya
berpenghasilan pas-pasan, tentu jauh lebih baik dari koruptor yang memakan uang negara milyaran dan
kaya darinya.

4. Tingkatkan Kualitas Produk Dan Layanan
Salah satu hal yang menjadi alasan es cendol elizabeth laku keras adalah rasanya yang enak dan unik
dibandingkan dengn es cendol lainnya. Dengan kata lain dalam hal ini, Bang Rohman menjaga kualitas
produk yang dijualnya. Tidak akan pernah terbentuk satu kredibilitas yang baik manakala produk yang
kita jual tidak berkualitas.

5. Jangan Lupakan Faktor “X”, Kekuatan Sang Khalik, Alloh Swt.
Banyak orang yang berjuang seperti Bang Rohman. Namun demikian mereka tidak sesukses Bang
Rohman. Bahkan kawan-kawannya, yang sudah mencoba strategi Bang Rohman tetap saja tidak
mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dalam bisnisnya. Ternyata setelah diusut, mereka
kerapkali melupakan faktor “X” yakni kekuatan pendukung dari Sang Khalik. Ingat, siapa coba yang
menggerakkan hati manusia untuk membeli es cendol di Pak Rohman. Siapa pula yang mengatur rezeki
tiap anak manusia di dunia ini, untuk mengerti jawannya, kita sebagai seorang muslim sangatlah mudah
yakni dengan mentauladani utusan Alloh Swt, yakni dengan mengupas RAHASIA SUKSES BISNIS
RASULULLAH MUHAMMAD Saw. Sesungguhnya telah ada pada diri Rosulullah suri teladan yang baik.

Sosok Rasulullah memang banyak dikenal dan diperhatikan pasca diangkatnya beliau oleh Allah menjadi
rasul yang terakhir di muka bumi ini. Orang meneladani semua aspek dalam dirinya, mulai dari sikap,
pola pikir, keimanan, dll. Sedangkan yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang adalah bahwa
Rasulullah adalah sosok pebisnis luar biasa, yang hampir sepanjang hidupnya tidak pernah mengalami
kerugian. Kok bisa? Itulah yang akan kita bahas!

Muhammad SAW, semenjak kecil telah didik dan dikader dengan baik untuk menjadi seorang pebisnis
handal. Dalam sejarah diceritakan bahwa sejak kecil beliau mengembalakan ternak para peternak
kambing. Jumlah ternaknya pun terbilang tidak sedikit, ratusan. Digembalakan di padang yang luas
dengan ancaman binatang buas yang senantiasa mengancam. Namun, beliau selalu mampu membawa
ternak tersebut pulang dengan selamat, utuh jumlahnya dan dalam keadaan kenyang.

Pendidikan level pertama ini secara tidak langsung menjadi media pembelajaran pendidikan bisnis
pertama beliau, yaitu bagaimana mengorganisasi, memanage, dan mengelola segala sesuatu yang
dipercayakan kepadanya.

Sehingga beliau tumbuh menjadi pribadi yang kredibel, bertanggung jawab, teliti, empati, terbuka,
mandiri, berani, mudah beradaptasi, sabar, lugas, visioner, dll dalam usia yang masih sangat muda.
Beliau sekolah di sekolah alam atau universitas besar kehidupan.

Pendidikan level kedua dimulai ketika beliau berusia 12 tahun dan diajak oleh pamannya, Abu Thalib,
untuk ikut dalam rombongan ekspedisi dagang (eksportir) ke negeri Syam. Selain itu beliau juga kerap
ikut dalam lawatan-lawtan bisnis ke negara-negara tetangga yang sekarang dikenal dengan nama, Irak,
Yordania, Bahrain, Suriah, dan Yaman. Saat itulah Muhammad muda telah belajar bagaimana menjadi
seorang eksportir handal sekaligus menyandang posisi sebagai eksekutif muda di masa itu.

Beranjak dewasa, Muhammad SAW kian mantap memilih karirnya sebagai pebisnis. Apalagi ia sudah
mengantongin bekal kepercayaan dan kredibilitas yang dibangunnya sejak kecil. Ini tentu menjadi satu
modal yang sangat mahal di dunia bisnis. Karena adanya kepercayaan, kredibilitas dan profesionalitas
inilah hingga akhirnya Muhammad bisa memulai bisnisnya sekalipun tanpa modal. Dia memulainya
dengan menjadi seorang manajer perdagangan yang mengolah modal investor dengan sistem bagi hasil.
Dan memang, berkat kepiawaian dan didikan bisnis semenjak kecil, para investor selalu merasa puas
akan hasil yang dicapai oleh Muhammad SAW.

Click edit button to change this text.

adminau

Share
Published by
adminau

Recent Posts

BIMBINGAN BELAJAR ANAK YATIM

DIGITAL CAMERA DIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL CAMERADIGITAL…

6 tahun ago

BANTUAN PENDIDIKAN ANAK YATIM

Ratusan Anak Yatim membutuhkan Biaya Pendidikan Ayuk jadi Donatur untuk membantu Pendidikan Anak Yatim Yayasan…

6 tahun ago

PEMBAGIAN ZAKAT FITRAH

Alhamdulillah telah terima Beras Zakat Fitrah sejumlah 69 Kg. Dengan rincian 3 Kg beras  x…

6 tahun ago

KEGIATAN PEMBAGIAN BINGKISAN SEMBAKO

Alhamdulillah Pembagian Zakat Maal dan Sembako telah tersampaikan kepada 150 anak yatim dhu’afa. Adapun tiap…

6 tahun ago

RIYA’ TERMASUK SYIRIK KECIL

Dalam bahasa Arab, arriya’ (الرياء) berasal dari kata kerja raâ ( راءى) yang bermakna memperlihatkan.…

6 tahun ago